Hindari Diri Anda dari Kontraktor Nakal!

Rasa bahagia yang Anda rasakan kala akan membangun rumah baru tentu akan membuat segalanya nampak bkiasa saja. Dengan tenggelam di gemerlap euforia memiliki rumah baru, tak jarang beberapa dari kita terlena, lalu kemudian mengabaikan beberapa hal yang mengancam pembangunan proyek rumah Anda. Kelalaian seperti inilah yang mungkin mengubah angan indah menjadi sebuah mimpi buruk.

Proses pembangunan rumah maupun renovasi yang telah Anda rencanakan dengan penuh suka cita bisa saja kemudian mengalami beberapa masalah, seperti pengerjaan yang mundur dari batas waktu yang telah ditetapkan, melebihi anggaran, atau bahkan hasil akhir yang jauh dari dugaan awal.

Untuk alasan demikian, tentu Anda tidak boleh menganggap sepele urusan memilih jasa tukang bangunan atau kontraktor yang terpercaya. Berikut ini bebrapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari kontraktor nakal untuk proyek pembangunan dan renovasi rumah Anda.

Melakukan penelitian pada hal-hal kecil

Ketika membangun atau merenovasi rumah, tentu Anda tidak hanya ingin rumah yang tampak indah dipandang mata, bukan? Lebih dari masalah tampilan, yang terpenting untuk ada di sebuah hunian adalah faktor kenyamanan.

Dan untuk menciptakan kenyamanan di dalam rumah, Anda tentu harus memperhatikan dengan detil segala hal dari mulai yang terbesar seperti pemilihan cat rumah, sampai hal-hal kecil seperti waterproofing, atau penggunaan material di bawah standar.

Hal-hal kecil seperti inilah yang mungkin tampak sederhana, namun ternyata memiliki dampak besar untuk kenyamanan Anda berada di dalam rumah. Hal-hal seperti ini jualah yang memiliki potensi untuk merugikan Anda di masa depan. Untuk itu, pastikan Anda mampu mengecek dan memberikan pertanyaan yang tepat kepada kontraktor Anda.

Adanya perjanjian kontrak

Ketika Anda telah memilih kontraktor untuk menangani proyek pembangunan atau renovasi rumah, pastikan juga Anda dan pihak kontraktor menandatangani surat perjanjian kontrak yang telah memuat seluruh klausul proyek dengan lengkap.

Tentukan siapa yang akan memenyediakan material bangunan, dan bagaimana sistem pembayarannya. Jika kontraktor sudah menyanggupi untuk membeli material, Anda bisa meminta lien release, yang berarti pemasok material tidak berhak untuk menagih biaya material kepada Anda.

Tidak lupa juga kontrak harus memuat sanksi apa yang akan diberikan jika proses pengerjaan mundur dari waktu yang telah disepakati sebelumnya.

Tidak boleh dipindahtangankan

Hal selanjutnya yang tidak boleh Anda lupakan ketika bekerjasama dengan kontraktor bangunan adalah memastikan tidak adanya subkontraktor yang mungkin dapat mengambil alih pekerjaan kontraktor awal. Maksudnya, Anda sudah membayar mahal untuk satu kontraktor, namun kemudian kontraktor tersebut mengalihkan pengerjaannya pada kontraktor lain.

Sebenarnya, tidak selalu hal ini menjadi pertanda buruk. Mungkin saja, kontraktor Anda merasa membutuhkan tenaga ahli atau spesialis tambahan untuk beberapa pengerjaan khusus tertentu. Namun, jangan lupa berikan perhatian penuh pada rumah Anda selama proses pengerjaan berlangsung.

Pelajari Blueprint dan awasi pengerjaannya

Saat awal sebelum memulai pengerjaan rumah, kontraktor akan memberikan blueprint (cetak biru) dari proyek yang akan dilakukannya. Pastikan Anda mempelajari dengan seksama cetak biru yang kontraktor Anda gunakan untuk membangun rumah Anda. Setelah Anda memahami betul cetak biru yang diberikan, dengan demikian, Anda dapat mengawasi pengerjaan proyek, apakah sesuai atau tidak dengan cetak biru tersebut.

Sedikit perbedaan antara pengerjaan dengan cetak biru mungkin bukanlah sebuah masalah besar, namun Anda tetap perlu berhati-hati. Hanya saja, mintalah kontraktor untuk selalu memberikan informasi pada Anda. Pasalnya, perubahan bisa memicu penggelembungan biaya besar. Berikan pengertian bahwa Anda pun memiliki anggaran terbatas.

Nah, setelah Anda memastikan 4 hal tersebut, kini Anda siap untuk membangun rumah impian!

 

Leave a Reply