KAMERA DIGITAL DAN MELURUHNYA AURA SENI FOTOGRAFI

Sebagaimana yang pernah dituliskan oleh walter benjamin, seorang filosof mahdzab frankfurt dari Jerman mengatakan dalam kumpulan jurnalnya bahwa aura seni lambat laun akan meluruh. Maksudnya, meluruhnya aura seni itu bisa dimaknai dalam beberapa hal misalnya reproduksi alat pencipta seni yang semakin menggila, murahnya harga alat pencipta karya seni semakin terjangkau sehingga orang awam pun mudah memiliki dan menggunakannya dan akhirnya hamir tidak ada beda antara orang profesional dan non profesional. Semua akhirnya bisa menciptakan “karya seni” entah itu bernilai seni atau tidak. Disinilah letak meluruhnya aura seni. Hal ini tentu sinkron dengan kondisi sekarang ini dimana harga kamera digital juga semakin murah dan bersaing sampai akhirnya siapapun bisa menghasilkan objek foto.

Jika dipikir lagi, ada beberapa dampak dari terus diproduksinya tehnologi dan semakin mudahnya mengakses alat untuk menciptakan karya seni, salah satunya seni fotografi. harga kamera digital semakin murah, tentunya kita lebih mudah mengakses atau bahkan memiliki dan akhirnya membuat seni fotografi atau setidaknya hanya mengabadikan setiap momen yang kita miliki bersama keluarga. Tentunya ini sebuah perkembangaan mutakhir ssesuai dengan spirit perkembangan tehnlogi itu sendiri dimana tehnologi akan membuat segala aktifitas manusia semakin mudah dan murah serta efisien.  Namun apakah hal itu seiring dengan spirit aura seni itu sendiri?

Dulu, seni dimaknai sebagai bentuk pemujaan terhadap sang pencipta. Bentuk-bentuk rasa syukur itu diwujudkan dalam sebuah karya seni dan hal itu diyakini sebagai salah satu ritual untuk menyatu dengan sang pencipta. Jika Doa adalah salah satu sarana untuk memuaskan kebutuhan spiritual yang vertikal kepada Tuhan, maka seni lah yang melengkapi kebutuhan spiritual untuk diri dengan mengabadikan atau mewujudkan rasa yang tidak bisa diungkapkan atau sulit diungkapkan. Sebegitu sakralnya seni tersebut juga berdampak pada sang seniman pencipta karya seni dimana sang seniman seakan dikultuskan dan dipuja pada abad pertengahan dulu. Namun yang terjadi sekarang, saat alat-alat pecipta seni semakin banyak diproduksi dan harganya juga sangat terjangkau (ini juga terjadi pada harga kamera digital yang semakin murah), bentuk-bentuk pemujaan itu tidak lagi sakral.

Bentuk meluruhnya aura seni berdasar kesakralan itu juga terjadi ketika semua berubah menjadi digital. Bayangkan saja, harga kamera digital semakin murah, siapapun bisa memiliki karena harganya terjangkau, dan bahkan dari haal itu, orang yang bukan seniman juga bisa membuat karya seni entah hasil karyanya benar-benar bernilai seni atau belum memiliki nilai seni yang tinggi. Hampir tidak ada bedanya jika dilihat dari bentuk seninya ketika kita melihat sebuah foto yang terus direproduksi oleh orang awam. Tidak ada bentuk pemujaan dalam isi karya tersebut. Bahkan, kamu juga bisa mereproduksi karya seni yang mahal yang sulit didapat, menjadi sebuah bentuk lain yang sangat murah dan mudah didapat. Misalnya, Lukisan monalisa yang sebegitu kuat aura seninya dan kamu tidak akan mudah memilikinya, tapi dengan adanya kamera digital yang sekarang harga kamera digital  juga murah, kamu bisa memfoto lukisan mahal itu dengan satu jepretan murah!

Leave a Reply